4 Pelatih Tak Terkenal Yang Layak Jadi Pelatih Baru Manchester United

4 Pelatih Tak Terkenal Yang Layak Jadi Pelatih Baru Manchester United, Masa depan Ole Gunnar Solskjaer bersama Manchester United masih menjadi topik hangat di Liga Inggris 2021/2022. Meski sudah bisa mengembalikan Setan Merah ke papan atas, Inkonsistensi membuat pergunjingan nasib sang mantan bomber Old Trafford ini tetap marak.

Beberapa waktu lalu, Sempat muncul para nomine yang layak menggantikan peran Ole Gunnar Solskjaer di Carrington. Sayangnya, Mereka belum memberi lampu hijau setelah manajemen Manchester United tetap belum ingin menendang Ole keluar dari Old Trafford.

Namun, spekulasi terkait nama-nama yang pantas menakhodai Cristiano Ronaldo dkk terus berkembang. Setelah Zinedine Zidane sampai Julian Nagelsmann, ada sosok lain yang tak ternama tapi dianggap punya kemampuan organisasi serta pengalaman yang lebih baik dibanding Ole Gunnar Solskjaer.

Setidaknya ada Pelatih Baru Manchester United di sepak bola Eropa, namun mereka tak punya latar nama besar di kancah menangani tim. Orang pertama yang menjadi atensi adalah Franck Haise.

Pria berusia 50 tahun ini tak memiliki ‘track record’ istimewa. Namun, Musim ini ia menjadi buah bibir. Bagaimana tidak, ia sanggup membawa Lens berada di peringkat 2 klasemen sementara Liga Prancis, tepat di bawah Paris Saint-Germain.

Jagoan Prancis

Uniknya, Haise membawa Lens melangkah tinggi dengan bekal deretan pemain yang nyaris tanpa bintang menonjol. France Football menyebut, Haise sanggup memainkan kolektivitas sebagai senjata utama.

Permainan kolektif tersebut menghadirkan peran penting para pemain seperti Seko Fofana, Gaël Kakuta, gelandang asal Polandia Przemysław Frankowski dan bomber lokal, Florian Sotoca. Kemampuan ini membuat Franck Haise layak masuk nomine pelatih Manchester United, Dari sisi nama yang kurang terkenal.

Pelatih berikutnya yang bisa menjadi alternatif adalah Imanol Alguacil. Ia dianggap punya kemapanan, Ketenangan dan permainan agresif, Yang membuat Real Sociedad berjaya, setidaknya sampai jelang paruh pertama.

Saat ini, armada Alguacil sedang berada di puncak klasemen sementara Liga Spanyol. Tiga raksasa berada di bawah Real Sociedad, Yakni Real Madrid, Barcelona dan sang juara bertahan, Atletico Madrid.

Bukan perkara mudah bagi Alguacil membangun tim seperti sekarang. Ia harus membangun tim sejak 2018. Jika menilik jauh ke belakang, keberhasilan Alguacil tak lepas dari pengetahuannya tentang tradisi Real Sociedad, Plus keberanian mengambil beberapa nama junior untuk masuk ke tim utama sejak awal musim 2018/2019.

  • Kejutan Spanyol

Alguacil memang tak asing lagi dengan Real Sociedad. Seluruh karier kepelatihannya berawal dari tim yang bermarkas di Anoeta ini. Ia adalah pelatih tim junior Real Sociedad, Sebelum akhirnya manajemen klub memercayai dirinya menjadi arsitek tim utama.

Christian Streich adalah nama asing berikutnya yang layak menjadi kandidat pengganti Ole Gunnar Solskjaer. Saat ini, ia sedang menangani tim kejutan di Bundesliga, Freiburg.

Tim yang dianggap kecil ini sanggup bersaing dengan dua raksasa tradisional Liga Jerman, yakni Bayern Munchen dan Borussia Dortmund. Beberapa nama berhasil meroket di bawah asuhan Streich, seperti bomber Lucas Höler , Ermedin Demirović, bintang asal Korea Selatan Jeong Woo-yeong, Vincenzo Grifo, serta bek yang tengah diburu banyak klub Eropa, Keven Schlotterbeck.

Seperti halnya Alguacil, karier Streich juga 100 persen untuk Freiburg. Ia adalah mantan asisten pelatih sekaligus koordinator tim junior tim yang berasal dari daerah Freiburg im Breisgau, Baden-Württemberg. Tak heran jika kemampuan atau daya analisa terhadap pemain menjadi acuan utama.

Modal Portugal

Nama terakhir yang bisa menjadi orang nomor satu di bangku cadangan Manchester United adalah Sergio Conceicao. Sebagai pemain, Namanya memang sudah tak asing karena malang-melintang di berbagai liga papan atas Eropa. Tapi, status kepelatihan belum membuatnya menggetarkan tanah Benua Biru.

Padahal, di level domestik, ia memiliki kinerja bagus bersama FC Porto. Eks Inter Milan dan Lazio ini sanggup mengoleksi dua gelar Primeira Liga, yakni musim 2017/2018 dan 2019/2020. Musim lalu, FC Porto gagal memertahankan juara setelah kalah dari Sporting.

Warna permainan yang menonjol dari Sergio Conceicao adalah agresivitas. Berstatus mantan pemain sayap, Membuat FC Porto tampil ganas. Musim ini, mereka sudah mengoleksi 28 gol dari 11 pertandingan di Liga Portugal.

Be the first to reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *