Perbandingan Antonio Conte dan Zinedine Zidane

Perbandingan Antonio Conte dan Zinedine Zidane, Nasib Ole Gunnar Solskjaer di bangku kepelatihan Manchester United memang belum juga ditetapkan. Tetapi, isu beberapa nama alternatif pelatih dari Norwegia itu bila ditendang dari Old Trafford terus banyak muncul.

Sesudah nama Zinedine Zidane, sekarang ada satu nama kembali yang disebutkan berkesempatan gantikan Solskjaer. Nama itu ialah Antonio Conte.

Sama dengan Zidane, Conte sekarang ini dalam status available. Dia tidak tangani club sesudah memutuskan untuk akhiri kontrak bersama Inter Milan pada 26 Mei 2021 kemarin.

sama dengan Zidane, Conte figur pelatih eksper dengan perolehan prestasi banyak.

Bahkan juga, dibading Zidane, Conte mempunyai kelebihan yang kemungkinan jadi pemikiran khusus management Manchester United. Pelatih 52 tahun pernah mencicip kerasnya sepak bola Inggris bersama Chelsea beberapa lalu.

Secara statistik, catatan Conte dan Zidane juga tidak jauh terpaut.

Conte Start Lebih Dulu

Zidane dan Conte sama dengan status lulusan Juventus. Mereka berdua sempat bersatu di ruangan mesin Sang Nyonya Tua.

Tetapi, Conte terlebih dahulu masuk ke dunia kepelatihan. Musim 2005/2006, dia telah masuk ke dunia kepelatihan. Saat itu, dia jadi pendamping Luigi de Canio di Siena.

Sesudahnya, dia naik kelas jadi manager di beberapa club, terhitung Juventus dan Chelsea. Conte juga mempunyai pengalaman jadi manager Tim nasional Italia.

Zidane sendiri menggantung sepatu pada 2006. Tetapi, saat itu, dia terlebih dahulu memasuki dunia management club. Dia jadi investor untuk Croix de Savoie. Selanjutnya mulai 1 November 2010, Zidane jadi penasihat untuk management Real Madrid.

Pelatih yang sekarang berumur 49 tahun itu pertama kalinya masuk ke dunia kepelatihan pada 1 Juli 2012. Saat itu, dia jadi manager Real Madrid U-17.

Pengalaman Conte Lebih Melimpah

Terlebih dahulu masuk ke dunia kepelatihan membuat pengalaman Conte lebih berlimpah. Pelatih kelahiran Lecce ini seringkali pimpin langsung anak asuhannya di atas lapangan daripada Zidane.

Selama ini, Conte telah 513 kali pimpin langsung anak asuhannya di atas lapangan hijau. Pengalaman Conte tersering pimpin anak asuhannya di atas lapangan terjadi saat dia tangani Juventus. Terdaftar, 129 kali Conte menemani anak asuhannya saat tangani Juventus.

Di lain sisi, Zidane ‘baru’ 300 kali pimpin langsung teamnya di atas lapangan. 263 dari 300 pertandingan itu dijalaninya bersama Real Madrid

Zidane Unggul Rataan Poin per Pertandingan

Semakin sedikit masalah pengalaman pimpin langsung anak asuhannya di atas lapangan, Zidane dapat menepuk dada untuk masalah perolehan point. Selama ini, catatan point per kompetisinya lebih bagus daripada Conte.

Secara keseluruhan, Zidane mempunyai rataan point per laga sejumlah 2,11. Rataan ini dari hasil 190 kemenangan, 63 hasil seimbang, dan 47 kekalahan yang didapatkannya sebagai pelatih.

Di lain sisi, rataan point per laga Conte sekarang ini sejumlah 2,007. Rataan ini hasil 303 kemenangan, 121 hasil seimbang, dan 89 kekalahan.

Skuad Besutan Zidane Lebih Produktif

Tidak cuman masalah point per laga, untuk masalah menjebol gawang musuh juga, tim garapan Zidane lebih garang daripada team bimbingan Conte

Dari 300 laga, tim garapan Zidane telah cetak 656 gol. Maknanya, rasio gol per kompetisinya ialah 2,18.

Sementara, dari 513 laga, team bimbingan Conte cetak 916 gol. Maknanya, rasio gol per laga mereka ialah 1,78.

Benteng Conte Lebih Kokoh

Kalah masalah keproduktifan gol, tim garapan Conte unggul dalam faktor pertahanan. Benteng pertahanan mereka lebih susah ditembus daripada team bimbingan Zidane.

Dari 513 pertandingan, team garapan Conte kecolongan 473 kali. Maknanya, rasio kecolongan per laga mereka ialah 0,92.

Sementara, dari 300 laga, gawang team garapan Zidane kecolongan 308 kali. Maknanya, dalam setiap pertandingan, rerata teamnya kecolongan sekitar 1,02 kali.

Sama-Sama Bergelimang Prestasi

Baik Conte atau Zidane terkenal sebagai pelatih-pelatih kelas atas dengan rekam jejak bagus. Ke-2 nya juga dikenali bertangan dingin dalam tangani team yang digeber. Dinginnya tangan ke-2  pelatih ini berpengaruh pada perolehan piala mereka.

Sejauh profesi pelatihannya, Zidane telah mengumpulkan dua piala Liga Champions, dua piala juara La Liga, dua piala Piala Super Spanyol, dua juara FIFA Klub World Cup, dan dua piala juara Piala Super UEFA. Secara individu, dia sempat raih dua piala pelatih terbaik di tingkat club.

Sementara, sejauh profesi pelatihannya,Antonio Conte sudah mengumpulkan satu piala juara Premier League, satu piala Piala FA, empat piala juara Serie A, dua piala juara Piala Super Italia, dan satu piala juara Serie B.

Zidane Menang Head to Head

Zidane dan Conte pernah beradu taktik di atas lapangan. Terdaftar 2x mereka beradu strategi selama ini.

Beradu strategi dua pelatih ini terjadi pada babak group Liga Champions 2020/2021 kemarin. Saat itu, Conte tangani Inter dan Zidane tangani Real Madrid.

Hasilnya? Conte harus mengaku keunggulan mitranya itu. Pada persuaan pertama, Inter kalah 2 gol tanpa balas dari Madrid. Sementara pada pertemuan ke-2 , Inter kalah dari score 2-3.

Be the first to reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *